Lambaian tanganmu pagi itu, dari lantai dua gedung bercat putih yang tiap hari kau tapaki lantainya.
Aku menyaksikan senyumanmu merekah. Seakan menyambut aku yang pagi itu datang singgah ke kampusmu.
Ah, lagi-lagi baju kita senada, percaya atau tidak, aku selalu memperhatikan apa yang kau kenakan. Dan lagi-lagi percaya atau tidak, tak jarang pula kita mengenakan warna baju yang senada.
Aku menikmati tiap ocehan teman-teman yang menyaksikan langkah kita beriringan di depan mereka. Aku meyakininya adalah doa. Setidaknya mereka ikut bahagia melihat kita berjalan bersama.