Jumat, 10 Januari 2014

Darimu (Untukku) 26 Juli 2013

untukku..

tetap hembuskan nafasmu, seraya bisikan kau masih menyayangiku

tetap buka mata indahmu, seakan kau melihatku selalu disisimu

tetap buka tanganmu, dan biarkan ruas jemarimu menyambutku dg sentuhmu

tetap mekarkan senyum manismu, seakan itu senyum yg terindah yg kau berikan utkku

tetaplah utkku..
karena kuberikan aku
untukmu..

Akan Ada Aku (25 November 2013)

ada yg aku cari setiap pagi. merapal sayang untuk mengawali hari.

ada yg entah sejak kapan menghuni hati. mengucap rindu yg semakin menjadi.

ada satu yg perlu kau yakini. ada namamu di tiap doa ini.

semoga aku dan kamu abadi.
mengikat janji untuk ditepati.

percayalah, suatu hari nanti, akan ada kamu di samping tidurku menggamit mimpi

percayalah, esok di setiap awal hari, akan ada aku mencium pipi, dan mengucap selamat pagi..

Abadikanlah (23 Oktober 2013)

abadikan perasaan ini Ya Rabb. abadikanlah.
jika kami memang berjodoh, dekatkanlah kami Ya Rabb, jangan biarkan kami berpisah. lancarkanlah cita2 kami. pertemukanlah kami dalam berhasil. satukanlah kami hingga kelak tak terpisahkan lagi.
tunjukanlah Ya Rabb, tunjukan. tunjukan jalan kami masing2 bila kenyataan nya kami tidak berjodoh. pertemukanlah kami Ya Rabb. pertemukanlah kami dalam keadaan bahagia dengan garis takdir yg Kau siapkan. tegarkanlah kami.
kabulkanlah doa ini, Ya Rabb, kabulkanlah. bisikanlah doa ini ke telinganya. yg sedang terlelap. agar ia mengamini, ketika ia terbangun nanti..
amin :)
..

Rabu, 08 Januari 2014

Masalahnya: Abang

I knew you were trouble when you walked in

So shame on me now

Flew me to places I've never been


Now I'm lying on the cold hard ground

"Isshh... berisik..." Rea mematikan mp3 playernya yang sedari tadi melantunkan sebuah lagu. Entah mengapa akhir-akhir ini Rea uring-uringan sendiri.semua lagu favoritnya mendadak jadi bising didengar olehnya sendiri.
"Kamu lagi bermasalah, Re." seorang pemuda menyaut novel yang tepat di hadapan kaca mata minus Rea.
"Ah, abaaang!" Rea menarik paksa novelnya. Hingga menciptakan sebuah robekan di sana.
"Yaaaaah, sobeeek!! Abang siiih!"
"Eh? Kok abang?? Kan kamu sendiri yang tarik paksa!"



***

Rea memicingkan matanya menatap sungguh-sungguh sepasang kekasih yang sedang duduk di taman kampusnya. Dua orang itu yang membuatnya amburadul. Dia dan dia. Ah, pantas ia kalah saing. Gadis berambut panjang sebahu dengan poni rapih yang bergerak seiring gerakan kepalanya itu begitu manis. Jauh dari Rea yang lebih terlihat tomboy, walaupun ia memelihara kuku panjangnya dengan kuteks. Sayangnya kuteks berwarna hitam.
"Ternyata begini rasanya cemburu."
*** 

"Kata si Gina, temen kamu itu. Kamu lagi patah hati ya, Dek?"
"Iya!" jawab Rea ketus.
"Heeei... kenapa? cerita sini sama abang!"
"Adek lagi suka sama cowok. Dan adek baru tau kalo ternyata dia punya pacar. Padahal cowok itu udah bikin adek nyaman, bang."
"Oya? terus? kamu bahagia lihat mereka berdua pacaran?"
"Ya enggak lah! cemburu....."
"Tapi, cowok yang kamu suka itu kelihatan bahagia?"
Rea memandangi abangnya dengan lekat. Ada pancaran yang berbeda dari binar mata kakak semata wayangnya itu. Baru sekali abang memperlihatkan kelembutan yang amat sangat seperti sekarang ini.
"Sepertinya iya. Cowok itu sangat bahagia sama pacar barunya."
"Problem solved!" ujar abang.
"Maksudnya?"
"Kamu juga harus bahagia lihat cowok yang kamu suka itu bahagia."
"Sesederhana itu?"
"Denger ini..."
Telinga Rea dijejal headset dengan lagu kepunyaan Taylor Swift.
"Rea udah denger ini." ujar Rea.
"Suka?"
"Banget."
"Mau lepas cowok yang kamu suka itu?"
"Iyaaaa....." Rea mengangguk.
"Sekarang... bilang, siapa cowok itu?"
"Ehm...." Rea menunjuk sesuatu. Dada abangnya.
"Abang."